RSS

A. Pengertian kafa’ah

Kafa’ah atau kufu’ berarti sama, sederajat, sepadan atau sebanding. Maksud kufu dalam perkawinan yaitu laki-laki sebanding dengan calon istrinya, sama dalam kedudukan, sebanding dalam tingkat social, dan sederajat dalam akhlak dan kekayaan, kafa’ah adalah hak bagi wanita atau walinya. Karena suatu pernikahan yang tidak seimbang, setaraf atau serasi, akan meniumbulkan problem berkelanjutan dan besar kemungkinan menyebabkan terjadinya perceraian. Leh karena itu boleh dibatalkan.

Tidak diragukan jika kedudukan antara laki-laki dan perempuan sebanding akan merupakan factor kebahagiaan hidup suami istri dan lebih menjamin keselamatan perempuan dari kegagalan atau kegoncangan rumah tangga.

Namun secara umum sudut pandang yang membenarkan adanya stratifikasi dibidang perkawinan tetap memprioritaskan aspek keagamaan, artinya dalam soal agama itu sangat penting untuk dijadikan sebagai tolak ukur dalam menentukan suatu keputusan yang berkaitan dengan perkawinan. Misalnya larangan keras wanita muslim dengan pria kafir atau Non muslim, larangan demikian menunjukkan adanaya idealitas kesetaraan dibidang agama yang tidak boleh diabaikan.

Orang islam yang kawin dengan orang non muslim dianggap bukan sekufu yakni tidak sepadan seperti yang ada dalam Al-Qur’an, seperti dalam firman Allah

Artinya: “Janganlah kamu menikahi wanita-

wanita musyrik sebelum mereka beriman, sesungguhnya budak wanita yang mukmin lebih baik dari pada wanita yang musyrik walaupun ia memikat hatimu. Janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik ( dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari pada orang musyrik meskipun menarik hatimu” (Al Baqoroh :221 )

Kafa’ah dapat mempersiapkan priba di seorang laki-laki maupun wanita untuk lebih matang dan bertanggung jawab dalam memasuki dan menjalankan kehidupan berkeluarga (perkawinan). Dan ini tinggal bagaimana masing-masing pihak dapat memposisikan kafa’ah sebagai ajaran luhur yang melindungi hak-hak asasinya dan hak asasi pihak lainnya.

B. Hukum Kafa’ah Dalam Islam

Menurut Ibnu Hazm berpendapat bahwa tidak ada ukuran dalam masalah kufu’, beliau berkata semua umat islam boleh menikah dengan wanita muslim yang tidak tergolong perempuan pelacur dan orang islam itu bersaudara. Seorang muslim yang fasiq asal tidak berzina, maka ia sekufu’ dengan perempuan islam yang fasiq asal bukan wanita islam yang suka berzina. Alasannya adalah dalam surat al-Hujaroh: 10

“Seseungguhnya orang mukmin adalah bersaudara”

Kalau ditelusuri secara histories, kafa’ah termasuk produk fuqoha yang sebelumnya tidak dibahas secara rigit dan mendetail dalam Al-Qur’an dan Hadits seperti yang dibahas oleh para ulama’ salaf yang mengutip beberapa hadits nabi sekalipun hadits itu lemah.

Hadits ini dinilai lemah oleh para ulama’ karena dalam periwayatannya terdapat salah satu perowi yang tidakl disebutkan. Dari sinilah kemudian timbul perbedan pendapat dikalangan ulama’ mazhab tentang hal yang berkaitan dengan masalah ukuran kafa’ah. Seperti yang dijelaskan dalam kitab Al Fiqihu al islam wa Adillatuhu, banyak sekali pendapat para ulama’yang berbeda tentang kafa’ah walaupun pada akhirnya mereka sepakat kafa’ah itu dimasukkan dalam syarat wajib nikah.

Artinya : ” Rasulullah SAW, bersabda: Orang Arab itu sebagainnya paling sesuai dengan sebagaian yang lain, tuan-tuan ( maula ) paling sekufu'( sesuai) dengan sebagaiannya kecuali tukang tenung atau tukang bekam. Diriwayatkan oleh al Hakim.”

Adapun segi-segi yang diperhitungkan dalam kafa’ah, para ulama’ besar berbeda pendapat:

1. Sebagaian diantara mereka mengatakan, bahwa kafa’ah itu diukur dengan nashab (keturunan ), kemerdekaan, ketaatan agama, pangakat, pekerjaan profesi dan kekayaan

2. penpadat lain mengatakan, bahwa kafa’ah diukur dengan ketaatan menjalankan agama. Laki-laki yang tidak patuh menjalankan agama, tidak kufu’ dengan perenpuan yang patuh menjalankan agamanya. Laki-laki yang akhlaknya buruk tidak kufu; dengan perenpuan yang akhlaknya mulia. Hal ini berdasarkan kepada teks Al Qur’an. Allah SWT berfirman :

ولانكحوا المشر كت حتى يؤمن ولأمة مؤمنة خير من مشركة ولو اعجبتكم ولاتنكحوا المشركين حتى يؤمنو أو لعبد مؤمن من خير من مشرك ولو اعجبكم أولئك يدعون الى النار والله يدعوا إلى الجنة والمغفرة بإذنه (البقرة : 221)

Artinya:

“Janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman, sesungguhnya budak wanita yang mukmin lebih baik dari pada wanita yang musyrik walaupun ia memikat hatimu. Janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik ( dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari pada orang musyrik meskipun menarik hatimu” (Al Baqoroh :221 )

Mengenai kafa’ah ( kekufuran ) orang yang berbuat dosa besar, Al-Qur’an telah mengisyaratkan bahwa haram hukumnya menikahkan orang yang fasiq. Seperti berbuat zina dengan orang yang sholeh atau suci. Menurut islam, orang sholeh atau suci kufurnya dengan orang sholeh atau suci pula dean orang yang berdosa atau kotor kufurnya orang yang berdosa atau kotor pula, Allah SWT berfirman:

الزني لا ينكح الا زانية او مشركة و الزانية لا ينكحها الا زان او مشرك و حرم ذلك على المؤمنين. (النور:3)

Artinya : ” Orang-orang yang berzina hanya berhak menikahi perempuan yang berzina pula atau perempuan yang musyrik. Perempuan yang berzina hanya dinikahi oleh laki-laki yang berzina pula atau laki-laki yang musyrik. Nikahnya orang mukmin dengan wanita yang berzina diharamkan bagi orang-orang mukmin” ( An-Nur :3 )

الخبيثا ت للخبيشين والخبيثون للخبيثات والطيبات للطيبين والطيبون للطيبات (النور: 26)

Artinya : ” Perempuan-perempuan yang kotor untuk laki-laki yang kotor pula, laki-lakiu yang kotor untuk permpuan yang kotor. Perempuan-perempuan yang suci untuk laki-laki yang suci pula, dan laki-laki yang suci untuk perempuan yang suci pula” ( An Nur :26 )

C. Ukuran Kufu’

Bagaimanakah hukum kufu’ itu? Dan apakah ukuran-ukurannya? Ukuran kufu’ adalah menempatkan kedudukan agama masing-masing pihak yang berlangsung sebagai syarat mutlak pernikahan.

Akan tetapi Ibnu Hazm berpendapat tidak ada ukuran-ukuran kufu’, dia berkata: semua orang islam asal saja tidak berzina, berhak kawin semua wanita muslimah asal tidak tergolong perempuan lacur. Dan semua orang islam adalah bersaudara. Walaupun ia anak seorang hitam yang tidak dikenal umpamanya, namun tidak dapat diharamkan kawin dengan anak Kholifah Bani Hasyim. Walau seorang muslim yang sangat fasiq, asalkan tidak berzina ia adalah kufu’ untuk waita islam yang fasiq, asal bukan wanita pezina. Masalah kufu’ yang perlu diperhatikan dan menjadi ukuran adalah sifat hidup yang lurus dan sopan, bukan karena keturunan, kekayaan dan sebagainya. Dalam BIDAYATUL MUJTAHID dikatakan bahwa Mazhab maliki tidak berbeda pendapat jika seorang gadis dinikahkan dengan seorang peminum khomer atau lelaki fasiq maka ia wajib menolaknya dan hakim hendaknya membatalkannya. Alasan yang dikemukakan oleh Al malikiyah adalah surat Al Hujarat :13

Ayat ini mengakui bahwa nilai kemanusiaan pada setiap orang adalah sama, tak seorang pun yang lebih mulia dari yang lain. Kecuali karena ketakwaannya kepada Allah dan menunaikan kewajiban kepada Allah dan sesama manusia.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on October 18, 2011 in Uncategorized

 

Tags:

RINDU MUSAFIR ILMU

 

Di tempat perantaun ini

Ku tatap luas & kokohnya hutan serta gunung yang menghampar

Yang memisahkan raga ini

Pada kampung halaman dan keluarga tercinta

Ingin rasanya ku pulang saja

Menikmati indahnya ramadhan dan semaraknya lebaran

Di tengah hangatnya canda dan kebersamaan

Bersama keluarga tercinta

Namun…………

Jihad memerangi kebodohanku belum usai

Tak tentu kapan waktu itu tiba

Jiwa yang dhoif ini hanya bisa terpaku

Pasrah akan takdir goresan – NYA

Ya Robbi……

Berilah ketentraman & kesabaran raga dan jiwa ini

Untuk selalu bijak dan tersenyum

Walau aku tak seperti mereka

Yang tertawa bahagia di tengah keluarga

Namun………

Syukur kan selalu terucap di lisan & hati ini

Atas nikmat berada di tengah lautan ilmu

Manjadi musafir dunia  yang selamat

Hingga  ku raih kehidupan akhirat nan bahagia

(Herlyna El – waisy)

 
Leave a comment

Posted by on July 23, 2011 in PUISI

 

issabela wanita pencari cahaya kebenaran

Judul                 :Isabella

Pengarang         :Maulana Muhammad Saeed Dehlvi

Penerbit            :Navila

Kota terbit         :Yogyakarta

Tahun               :2009

Tebal buku        :xx +358 halaman

 

 

Mendengar nama Isabella maka kita pada umumnya tergingat akan kisah percintaan Isabella  yang sering tayang di televisi maupun lagu yang berjudul Isabella.namun ternyata  dalam noval Isabella karangan  Muhammad saeed ini memberikan rona yang berbeda.menyajikan perbandingan berdasarkan kajian perbandingan islam dan Kristen yang mana menceritakan kisah nyata dari gadis Kristen bernama Isabella,seorang putri dari kepala pendeta tersohor dan nomor  satu  di cordova.sebuah kota yang bersejarah di spanyol.

subahanaAllah ,maha benar Allah dalam segala firmanNYA dalam Al-qur’an.bahwa cahaya islam  adalah rahmat yang diberikan Allah  kepada siapa saja yang Ia kehendaki .begitu pula  Allah telah memberikan secercah cahaya hidayahNYA kepada Isabella tokoh utama dalam novel ini. seorang gadis Kristen penghafal injil dan sarjana di bidang teologi anak dari kepala pendeta  nomor satu pada masanya di cordova  yang sejak kecilnya  teori tentang  perbedaan dalam ketunggalan pada diri yesus kristus sebagai penebus dosa  umat manusia yang sering kita kenal dengan konsep TRINITAS telah melekat kuat pada dirinya.namun keyakinan itu mulai goyah seteh ia menghadiri diskusi antara umar lahmi seorang mahasiswa muslim dan para pendeta tersohor  di cordova.dalam diskusi panjang tersebut, setiap  pertanyaan yang diajukan  oleh umar lahmi tentang adanya dosa warisan dan adanya  kontroversi hukum yang berada dalam injil satu dengan yang lainnya membuat para pendeta diam tak berkutik dan berkata”semua adalah misteri ilahi yang tidak perlu di jawab dan dipertanyakan”.dari sinilah muncul keraguan atas agama yang selama ini ia yakini.yang merupakan  awal datangnya hidayah dari Allah ,ia menjadi sosok wanita pencari kebenaran  dengan mulai mempelajari Al-Qur’an terjemahan yang di berikan oleh umar lahmi,tentu saja tampa sepengetahuan ayahnya.

akhirnya ia  menemukan islam sebagai satu-satunya keyakinan yang dapat menentramkan hati dan jiwanya. Meskipun dalam pencariaannya terhadap islam ia harus menghadapi tantangan dari ayahnya dan guru serta orang-orang Kristen yang membencinya dan berusaha membunuhnya dengan memenjarakan Isabella di ruang bawah tanah gereja yang gelap dan penuh dengan tulang belulang manusia  tampa diberi makan .namun ia tetap bersabar menjalani  semua siksaan  dam menganggap sebagai cobaan imannya.

namun Allah tidak akan membiarkan hambaNYA yang sholehah tersiksa begitu saja.berkat rahmatNYA dan keteguhan dan keyakinan Isabella terhadap islam  maka Allah meninggikan derajatnya dari seorang fanatik keras Kristen menjadi seorang wanita muslimah yang taat dan ahli hadist.banyak laki-laki dan wanita Kristen yang masuk islam melalui dirinya dan namanya selalu cemerlang di tengah forum cendikiawan. Semoga keteguhan hati Isabella dalam memeluk islam sebagai agamanya  dapat memperkokoh iman kita.amin…..

 
Leave a comment

Posted by on July 9, 2011 in Uncategorized

 

biografi syaikh nawawi al bantani

Nama Syekh Nawawi Banten sudah tidak asing lagi bagi umat Islam Indonesia. Bahkan sering terdengar disamakan kebesarannya dengan tokoh ulama klasik madzhab Syafi’i Imam Nawawi (w.676 H/l277 M). Melalui karya-karyanya yang tersebar di pesantren-pesantren tradisional yang sampai sekarang masih banyak dikaji, nama Kiai asal Banten ini seakan masih hidup dan terus menyertai umat memberikan wejangan ajaran Islam yang menyejukkan. Di setiap majlis ta’lim karyanya selalu dijadikan rujukan utama dalam berbagai ilmu; dari ilmu tauhid, fiqh, tasawuf sampai tafsir. Karya-karyanya sangat berjasa dalam mengarahkan mainstrim keilmuan yang dikembangkan di lembaga-Iembaga pesantren yang berada di bawah naungan NU.Di kalangan komunitas pesantren Syekh Nawawi tidak hanya dikenal sebagai ulama penulis kitab, tapi juga ia adalah mahaguru sejati (the great scholar). Syeck Nawawi telah banyak berjasa meletakkan landasan teologis dan batasan-batasan etis tradisi keilmuan di lembaga pendidikan pesantren. Ia turut banyak membentuk keintelektualan tokoh-tokoh para pendiri pesantren yang sekaligus juga banyak menjadi tokoh pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Apabila KH. Hasyim Asyari sering disebut sebagai tokoh yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah berdirinya NU, maka Syekh Nawawi adalah guru utamanya. Di sela-sela pengajian kitab-kitab karya gurunya ini, seringkali KH. Hasyim Asyari bernostalgia bercerita tentang kehidupan Syekh Nawawi, kadang mengenangnya sampai meneteskan air mata karena besarnya kecintaan beliau terhadap Syekh Nawawi.Mengungkap jaringan intelektual para ulama Indonesia sebelum organisasi NU berdiri merupakan kajian yang terlupakan dari perhatian para pemerhati NU. Terlebih lagi bila ditarik sampai keterkaitannya dengan keberhasilan ulama-ulama tradisional dalam karir keilmuannya di Mekkah dan Madinah. Salah satu faktor minimnya kajian di seputar ini adalah diakibatkan dari persepsi pemahaman sebagian masyarakat yang sederhana terhadap NU. NU dipahami sebagai organisasi keagamaan yang seolah-olah hanya bergerak dalam sosial politik dengan sejumlah langkah-langkah perjalanan politik praktisnya, dan bukan sebagai organisasi intelektual keagamaan yang bergerak dalam keilmuan dan mencetak para ulama. Sehingga orang merasa heran dan terkagum-kagum ketika menyaksikan belakangan ini banyak anak muda NU mengusung gerakan pemikiran yang sangat maju, berani dan progressif. Mereka tidak menyadari kalau di tubuh NU juga memiliki akar tradisi intelektual keilmuan yang mapan dan tipikal. Dengan begitu NU berdiri untuk menyelamatkan tradisi keilmuan Islam yang hampir tercerabut dari akar keilmuan ulama salaf. Figur ulama seperti Syekh Nawawi Banten merupakan sosok ulama berpengaruh yang tipikal dari model pemikiran demikian. Ia memegang teguh mempertahankan traidisi keilmuan klasik, suatu tradisi keilmuan yang tidak bisa dilepaskan dari kesinambungan secara evolutif dalam pembentukkan keilmuan agama Islam. Besarnya pengaruh pola pemahaman dan pemikiran Syekh Nawawi Banten terhadap para tokoh ulama di Indonesia, syeck Nawawi dapat dikatakan sebagai poros dari. akar tradisi keilmuan pesantren dan NU. Untuk itu menarik jika di sini diuraikan sosok sang kiai ini dengan sejumlah pemikiran mendasar yang kelak akan banyak menjadi karakteristik pola pemikiran dan perjuangan para muridnya di pesantren-pesantren.

 

Hidup Syekh Nawawi
Syekh Nawawi Banten memiliki nama lengkap Abu Abd al-Mu’ti Muhammad ibn Umar al- Tanara al-Jawi al-Bantani. Ia lebih dikenal dengan sebutan Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani. Dilahirkan di Kampung Tanara, Serang, Banten pada tahun 1815 M/1230 H. Pada tanggal 25 Syawal 1314 H/1897 M. Nawawi menghembuskan nafasnya yang terakhir di usia 84 tahun. Ia dimakamkan di Ma’la dekat makam Siti Khadijah, Ummul Mukminin istri Nabi. Sebagai tokoh kebanggaan umat Islam di Jawa khususnya di Banten, Umat Islam di desa Tanara, Tirtayasa Banten setiap tahun di hari Jum’at terakhir bulan Syawwal selalu diadakan acara khaul untuk memperingati jejak peninggalan Syekh Nawawi Banten.

Ayahnya bernama Kiai Umar, seorang pejabat penghulu yang memimpin Masjid. Dari silsilahnya, Nawawi merupakan keturunan kesultanan yang ke-12 dari Maulana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati, Cirebon), yaitu keturunan dari putra Maulana Hasanuddin (Sultan Banten I) yang bemama Sunyararas (Tajul ‘Arsy). Nasabnya bersambung dengan Nabi Muhammad melalui Imam Ja’far As- Shodiq, Imam Muhammad al Baqir, Imam Ali Zainal Abidin, Sayyidina Husen, Fatimah al-Zahra.

Pada usia 15 tahun, ia mendapat kesempatan untuk pergi ke Mekkah menunaikan ibadah haji. Di sana ia memanfaatkannya untuk belajar ilmu kalam, bahasa dan sastra Arab, ilmu hadis, tafsir dan terutama ilmu fiqh. Setelah tiga tahun belajar di Mekkah ia kembali ke daerahnya tahun 1833 dengan khazanah ilmu keagamaan yang relatif cukup lengkap untuk membantu ayahnya mengajar para santri. syeck Nawawi yang sejak kecil telah menunjukkan kecerdasannya langsung mendapat simpati dari masyarakat Kedatangannya membuat pesantren yang dibina ayahnya membludak didatangi oleh santri yang datang dari berbagai pelosok. Namun hati syeck Nawawi telah menyatu dengan Kota Mekkah hanya beberapa tahun kemudian ia memutuskan berangkat lagi ke Mekkah sesuai dengan impiannya untuk mukim dan menetap di sana.

Di Mekkah ia melanjutkan belajar ke guru-gurunya yang terkenal, pertama kali ia mengikuti bimbingan dari Syeikh Khatib Sambas (Penyatu Thariqat Qodiriyah-Naqsyabandiyah di Indonesia) dan Syekh Abdul Gani Duma, ulama asal Indonesia yang bermukim di sana. Setelah itu belajar pada Sayid Ahmad Dimyati, Ahmad Zaini Dahlan yang keduanya di Mekkah. Sedang di Madinah, ia belajar pada Muhammad Khatib al-Hanbali. Kemudian ia melanjutkan pelajarannya pada ulama-ulama besar di Mesir dan Syam (Syiria). Setelah ia memutuskan untuk memilih hidup di Mekkah dan meninggalkan kampung halamannya ia menimba ilmu lebih dalam lagi di Mekkah selama 30 tahun. Kemudian pada tahun 1860 syeck Nawawi mulai mengajar di lingkungan Masjid al-Haram. Prestasi mengajarnya cukup memuaskan karena dengan kedalaman pengetahuan agamanya, ia tercatat sebagai Syekh di sana. Pada tahun 1870 kesibukannya bertambah karena ia harus banyak menulis kitab.Terkadang Beliau menulis Kitab hanya diterangi oleh lampu tempel (lampu yang berbahan bakar minyak tanah). Inisiatif menulis banyak datang dari desakan sebagian koleganya yang meminta untuk menuliskan beberapa kitab. Kebanyakan permintaan itu datang dari sahabatnya yang berasal dari Jawi, karena dibutuhkan untuk dibacakan kembali di daerah asalnya. Desakan itu dapat terlihat dalam setiap karyanya yang sering ditulis atas permohonan sahabatnya. Kitab-kitab yang ditulisnya sebagian besar adalah kitab-kitab komentar (Syarh) dari karya-karya ulama sebelumnya yang populer dan dianggap sulit dipahami. Alasan menulis Syarah selain karena permintaan orang lain, syeck Nawawi juga berkeinginan untuk melestarikan karya pendahulunya yang sering mengalami dari fikiwawi, mulai dari fikih, tafsir, sampai bahasa Arab, yang kita kutip dari H Rafiuddin (Sejarah Hidup dan Silsilah al-Syeikh Kyai Muhammad Nawawi Tanari, 1399 H)

Berikut ini adalah contoh karya – karya beliau :

  1. Sulam al-Munajah, syarah atas kitab Safinah ash-Shalah, karya Abdullah ibn Umar al-Hadrami.
  2. Al-Tsimar al-Yaniat fi riyadl al-Badi’ah, syarah atas kitab Al-Riyadl al-Badi’ah fi Ushul ad-Din wa Ba’dhu furu’usy Sar’iyyah ’ala Imam asy-Syafi’i karya Syekh Muhammad Hasballah ibn Sulaiman.
  3. Uqud al-Lujain fi Bayani Huquq al-Jawazain, kitab fikih mengenai hak dan kewajiban suami-istri
  4. Nihayatuz Zain fi Irsyad al-Mubtadiin, syarah atas kitab Qurratul ’aini bi muhimmati ad-din, karya Zainuddin Abdul Aziz al-Maliburi.
  5. Bahjat al-Wasil bi Syarhil Masil, syarah atas kitab Ar-Rasail al-Jami’ah Baina Ushul ad-Din wal-Fiqh wat-Tasawuf, karya Sayid Ahmad ibn Zein al-Habsyi.
  6. Qut al-Habib al-Ghaib, Hasyiyah atas syarah Fathul Gharib al-Mujib karya Muhammad ibn Qasyim al-Syafi’i.
  7. Asy-Syu’ba al-Imaniyyat, ringkasan atas dua kitab yaitu Niqayyah karya al-Sayuthi dan al-Futuhat al-Makiyyah karya Syekh Muhammad ibn Ali.
  8. Marraqiyyul ’Ubudiyyat, syarah atas kitab Bidayatul Hidayah karya Abu hamid ibn Muhammad al-Ghazali .
  9. Tanqih al-Qaul al-Hadits, syarah atas kitab Lubab al-Hadits karya al-Hafidz Jalaluddin Abdul Rahim ibn Abu Bakar as-Sayuthi.
  10. Murah Labib li Kasyfi Ma’na al-Qur’an al-Majid, juga dikenal sebagai Tafsir Munir.
  11. Qami’al Thughyan, syarah atas Syu’ub al Iman, karya Syekh Zaenuddin ibn Ali ibn Muhammad al-Malibari.
  12. Salalim al-Fudlala, ringkasan/risalah terhadap kitab Hidayatul Azkiya ila Thariqil Awliya, karya Zeinuddin ibn Ali al-Ma’bari al-Malibari.
  13. Nasaih al-Ibad, syarah atas kitab Masa’il Abi Laits, karya Imam Abi Laits.
  14. Minqat asy-Syu’ud at-Tasdiq, syarah dari Sulam at-Taufiq karya Syeikh Abdullah ibn Husain ibn Halim ibn Muhammad ibn Hasyim Ba’lawi.
  15. Kasyifatus Saja, syarah atas kitab Syafinah an-Najah, karya Syekh Salim ibn Sumair al-Hadrami.

Dalam menyusun karyanya syeck Nawawi selalu berkonsultasi dengan ulama-ulama besar lainnya, sebelum di cetak naskahnya terlebih dahulu dibaca oleh mereka. Dilihat dari berbagai tempat kota penerbitan dan seringnya mengalami cetak ulang sebagaimana terlihat di atas maka dapat dipastikan bahwa karya tulisnya cepat tersiar ke berbagai penjuru dunia sampai ke daerah Mesir dan Syiria. Karena karyanya yang tersebar luas dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan padat isinya ini nama syeck Nawawi bahkan termasuk dalam kategori salah satu ulama besar di abad ke 14 H/19 M. Karena kemasyhurannya ia mendapat gelar: A ‘yan ‘Ulama’ al-Qarn aI-Ra M’ ‘Asyar Li al-Hijrah,. AI-Imam al-Mul1aqqiq wa al-Fahhamah al-Mudaqqiq, dan Sayyid ‘Ulama al-Hijaz.

Kesibukannya dalam menulis membuat Nawawi kesulitan dalam mengorganisir waktu sehingga tidak jarang untuk mengajar para pemula ia sering mendelegasikan siswa-siswa seniornya untuk membantunya. Cara ini kelak ditiru sebagai metode pembelajaran di beberapa pesantren di pulau Jawa. Di sana santri pemula dianjurkan harus menguasai beberapa ilmu dasar terlebih dahulu sebelum belajar langsung pada kiai agar proses pembelajaran dengan kiai tidak mengalami kesulitan.

Tanggal 25 syawal tahun 1314 h atau tahun 1897 Syeck Nawawi menghembuskan napasnya dan dimaqomkan di Ma’la dekat Maqom Istri Rosululloh SAW Siti Khodijah.

 

 

 
Leave a comment

Posted by on July 9, 2011 in Uncategorized

 

HUMOR

                                         Ayah selalu lebih pintar dari anaknya.

Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, “Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?”

Ayahnya menjawab, “Sudah tentu!”

“Siapa yang menemukan listrik yah?”

“Tentu saja Edison.”

“Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?”

                                                        Pengalaman

Guru:”Anak-anak, pengalaman adalah guru yang paling baik.”
Murid I :”Mengapa pengalaman kok disebut guru yang paling baik, Bu ?”
Murid II :”Karena pengalaman tidak pernah memberikan PR (pekerjaan rumah).”

 

                                                          Keluar

“Mengapa kamu keluar dari perusahaan

“Karena kata-kata bosku yang tidak enak dan sangat menyinggung
perasaanku!”

“Apa sih kata-kata bosmu itu?”

“Kamu dipecat!” itu?”

 

SALAH ANGKAT TELFON.

Seorang pagawai kantor datang telambat dangan kedua telinganya di balut perban.ketika sampai di kantor bosnya menghadang dan terjadilah percakapan antara kariawan dan bosnya.

Bos:                ”kenapa datang terlambat”?

Kariawan:         ”saya mengalami musibah pak”

Bos :                mengamati kedua telinga kariawannya yang diperban dan erkata”mengapa telinga kamu di perban”?

Kariawan:         ”inilah musibahnya,ketika telfon berdering saya lagi menyetrika pakaian pak.dan tampa sadar saya mengangkat setrika yang saya kira telfon”jawabnya dengan wajah sedih.

Bos:                 lalu telinga yang sebelah kanapa?

Kariawan:         ya ampun!!!!!!saya mencoba mencoba menelpon dokter dan saya kembali salah mengangkat setrika”….

Bos:                 ####@@@@$$/??????????

Di sebuah warung, ada seorang pembeli yang berantem dengan pedagang soto karena merasa ditipu:

Pembeli: “Bang, pokoknya saya tidak mau bayar!!”
Penjual: “Loh, kamu makan disini ya harus bayar!!”
Pembeli: “Ngapain saya harus bayar, abang udah nipu saya!”
Penjual: “Nipu bagaimana??”
Pembeli: “Lha ini, katanya soto ayam tapi kagak ada ayamnya sama sekali..”
Penjual: “Emangnya kalau kamu beli jambu monyet, ada monyetnya?!”

Suatu hari ada orang gagap dateng melamar jadi salesman buku…
“P…Ppper..misi…..,” salam si gagap.
“Ada perlu apa nih pak?”
“S..ss..saya….mmm..mmmau mme…lammmarrrr jj..jjadi sales pak,”
“Yang normal, cakep dan cantik aja nggak gablek ngejualnya! apa kamu yakin bisa jadi salesman??”
“Bbb..bb.bisa pak,” jawabnya mantap.

Esok harinya, ternyata nggak sampe setengah hari, terjual 10 buku. Dikasih 20 buku, terjual semuanya. Begitu seterusnya sampe buku tersebut menjadi best seller.

Pada saat malam resepsi penghormatan, sampailah waktu si gagap memberikan rahasia menjual buku.
“Ss…ssederha..ha…na kok, ss…saya cc..ccum…cuman… Ss..sa..saya..cc..cuman..tt..ta..tanya ssaja ke cc..ccal… cal…calon pembelinya, An…anda mmau bb…bbbeli..bbu..bu..ku ini atau… mma..mmau..ss..sa..saaa ya ya …BA… BACA…   IIIN….. ??”

Main hp malam-malam

Pada suatu malam Jum’at Kliwon, seorang penjaga kuburan melihat ada seorang wanita sedang mainin HP di atas salah satu kuburan. Penjaga kuburanpun menegur:

“Mbak ngapain malam-malam gini mainin hape di atas kuburan?”
Si cewek menjawab “Iya pak, abis dibawah sinyalnya lemah…”

Kenapa Kamu Mencari Kantor Polisi

“Kenapa kamu mencuri tape mobil?” tanya polisi kepada Salim, ketika dia diperiksa di kantor polisi.
“Saya terpaksa melakukannya, Pak,” jawab Salim.
“Terpaksa bagaimana?” tanya Pak polisi.
“Dari pagi saya ada perlu ke kantor polisi, tapi tidak ketemu, lalu saya tanya ke teman, ee ee.. dia jg ga tau dimana kantor polidi. Ya sudah… supaya sampai ke kantor polisi, saya terpaksa maling tape di mobil. Buktinya sekarang saya bisa sampai ke kantor polisi ini.”
“Terus, kenapa kamu mencari kantor polisi segala?”
“Itu, Pak… mau membuat… Surat Keterangan Kelakuan Baik”

Alasan Kepulangan Obama Dari Indonesia

Setelah tertunda 2 kali, Presiden Obama akhirnya bertandang ke Indonesia. Sayangnya beliau hanya 20 jam berada di Indonesia. Publik jadi bertanya-tanya kenapa Presiden Obama harus pulang secepat itu.
Dalam wawancara khusus dengan CNN, Presiden Obama akhirnya menyampaikan alasannya: Bahwa sebagai orang yang pernah tinggal di Indonesia, beliau sangat paham dengan aturan di Indonesia. Jika berkunjung lebih dari 1×24 jam, maka Presiden Obama wajib melapor ke RT/RW setempat

 


 
Leave a comment

Posted by on July 9, 2011 in Uncategorized

 

KU INGIN HIJRAHKU KARENA ALLAH DAN ROSUL-NYA

 

Kutuliskan kisahku bukan agar pembaca menaruh iba dan kasihan padaku,akan tetapi agar pembaca bisa menganbil ibaroh dari kisah hidupku.bahwa Allah akan memberikan petunjuk kepada hambaNYA yang di kendaki dengan berbagai cara yang tak pernah sedikitpun terpikirkan oleh manusia.

Mengapa mereka menganiaya diri mereka sendiri?begitulah pertanyaan yang selalu terlintas di benakku,saat melihat teman-teman SMAku berolahraga memakai pakaian panjang dan jilbab yang menutupi rambut mereka dengan keringat bercucuran. apakah  mereka tidak merasa gerah dengan pakaian yang tertutup?bila di banding aku yang pakaiannya serba pendek,aku merasa gerahnya minta ampun. Ketika aku tanyakan kepada mereka tentang opiniku atas jilbab mereka dengan tersenyum mereka berkata”mengapa mesti gerah? Malah kami bangga mengenakan pakaian seperti ini.karena dengan pakaian ini kita telah menjalankan perinta Allah yang tertulis dalam Al-Qur’an dan yang membedakan kita seorang islam dan orang non islam”. Mendengar jawaban dari mereka hatiku terasa sakit,merasa tersingung atas ucapan mereka. karena aku juga orang islam, namun tak ada seragam panjang yang ku kanakan apalagi jilbab yang menutupi rambutku yang setiap ke sekolah ku ikat dengan berbagai model yang kadang menjadi penyebab aku harus di hukum karena terlambat.selanjutnya Cuma langkah kakiku yang berat ingin berlari meninggalkan mereka. aku menjadi benci pada mereka.

 

Aku dilahirkan dari keluarga yang biasa.ibuku sebagai ibu rumah tangga dan ayahku hanyalah petani biasa.dari kecil samapai menginjak SMA pengetahuan agamaku sangatlah minim. Sholatku bisa di hitung apalagi setelah kakek meninggal.karena kakeklah yang selalu mengingatkan cucunya untuk sholat.meski di sekolahku terdapat pelajaran agama,namun semua ku simak dengan mata mengantuk,karena merasa pelajarannya kurang seru dan di lelatkan pada jam terakhir.dimana otak sudah mulai panas .menarik mataku untuk terpejam tidur.

 

aku yang tadinya terkenal periang, kocak, dan tomboy menjadi lebih banyak diam. begitu banyak pertanyaan yang berkecamuk di pikiranku yang akhirnya meresahkan hatiku.karena walaupun aku beragama islam seperti temanku yang berjilbab,namun begitu banyak perbedaan antara aku dan mereka. jika tas mereka di penuhi oleh bacaan agama dan mukenah untuk sholat, maka tasku berisi bet dan bola voli untuk olahraga. jika teman berjilbabku lewat di segerombolan pemuda  yang sedang nongkrong di jalan  maka mereka disapa dengan assalamu ‘alaikum dan senyum santun.sedangkan mereka  menyapaku  dengan siulan dan memanggilku “hai cewek” yang membuatku muak dan memasang wajah seram untuk mereka.jika mereka membaca Al-Qur’an dengan lancar dan suara merdu mendayu-dayu,maka aku membaca Al-Qur’an dengan mengeja dan keringat yang bercucuran karena takut dan malu terhadap guru agamaku di sekolah. Karena di banding teman-teman yang lain maka akulah salah satu murid pemecah rekor terparah membaca AL-Qur’an  di kelasku.

 

Bel istirahat sekolahku berbunyi ku langkahkan kakiku menuju kantin yang berada di belakang sekolahku.namun langkahku harus terhenti mendengar suara melengking ririn sahabat akrabku ketika masih di SMP. Sibiang gossip

”stop..stop…tau berita terbaru nggak?”tanyanya bersemangat.

“EGP!” Jawabku ketus.sebel juga aku melihat tingkahnya.

”jangan marah dulu dong,,ini berita penting buatmu”seringainya misterus.

“udah mau bilang apa?”suaraku mulai melembut.

hhmm”cowok yang kamu taksir sekarang  mondok di pesantren yang baru dibangun didekat rumahmu”jawabnya berapi-api penuh semangat

.”Cuma itu?”jawabku sekenanya  mengucapkan terimah kasih dan berlalu darinya Karena perutku dah teriak minta di isi. laper .

 

Aku masih mematut penampilanku di depan cermin besar kamarku.aku mendapatkan pemandangan yang berbeda di sana.rok panjang dan baju panjangku serta jilbab yang biasa di gunakan ibuku ke pengajian jumatan kupinjam. Tatapan heran seluruh keluargaku ku abaikan, sangat wajar jika mereka heran dengan penampilanku. Aku yang sehari-harinya tomboy,suka olahraga dan ngebut naik motor sekalipun jarak yang aku tempuh dekat yang membuat ibuku ketakutan bila ku bonceng dan akhirnya mendaratkan cubitan di pahaku yang membuatku meringis kesakitan kini memakai kerudung.bahkan si bungsu hasna adikku menertawaiku dan berkata”kakak kaya ibu-ibu pengajian”hatiku kesal dibuatnya,tapi perduli amat.dan mereka kembali terkejut ketika ku utarakan niatku untuk masuk pondok pesantren baru di desaku yang tidak begitu jauh dari rumahku. Namun mereka masih sangsi dengan perubahanku,akan tetapi aku terus bersikeras, tekadku sudah bulat.melihat kesungguhanku ada rasa senang yang terpancar di wajah mereka karena biar bagaimanapun semua orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi orang yang baik dan berilmu.

 

Aku terpaku melihat wajah yang bening dan penuh senyum di balut karudung putihnya.,dengan sopan ia mengajakku masuk,tutur katanya begitu halus dan bahasa yang di kenakan cukup bersahabat denganku walaupun masih dengan logat jawanya yang kadang begitu aneh di telingaku.ternyata ku tahu dialah ustazah halimah istri dari ustad rosyid yang memimpin pesantren tersebut. dan dengan syarat yang tek berbelit-belit akhirnya aku di terima menjadi santri di pondok tersebut.hatiku menjadi lega jalanku untuk pedekate kepada ikhwan yang ku taksir sedikit terbuka lebar.hatiku membatin.

 

Hari pertamaku di pondok begitu menjenuhkan dengan rutinitas yang baru dalam hidupku. Sholat lima waktu berjama’ah dan ngaji.dan di luar dugaanku,waktu untuk bertemu dengan ikhwan yang ku taksir ternyata non sen.di karenakan peraturan yang melarang laki- laki dan perempuan  bertemu tampa ada keperluan yang penting.hanya ketika pengajian campur aku bisa melihatnya.dan malam ini aku begitu bersemangat karena jadwal pelajaran campur, tertera di jadwal malam ini pelajaran hadist arbain nawawi yang di asto ustad jibran aku mulai mempersiapkan diri untuk berangkat ke aula tempat ngaji.

Suara ustad jibran yang khas dan bersemangat membacakan hadist pertama tentang niat.inna ma ‘amalu binniyaat, wa inna maa likulli imriim maa nawa…

“sesungguhnya  di terimanya amal  perbuatan tergantung niatnya.dan setiap orang akan mendapatkan apa yang di niatkanya.barang siapa yang hijrah karena Allah dan RosulNYA maka hijrahnya akan di terima karena Allah dan RiosulNYA.dan barang siapa karena dunia yang ia cari atau wanita yang hendak dinikahinya maka ia mendapat yang ia tuju.” Dengan lantang ustad jbran menjelaskan hadist tersebut. Dan setiap penjelasan hadistnya berubah  menjadi pukulan yang mememarkan dinding hatiku” apakah ngajiku selama ini di terima oleh Allah,sedangkan niatku berbeda.?orang seperti apa aku ini?”hatiku membatin.

 

Di tengah malam yang sunyi, di temani angin malam yang menusuk tulang .aku kembali terpekur.ku panjangkan sujudku, ku renungkan nasib hidupku yang selama ini jauh dari kriteria seorang muslimah . aku mulai sadar akan khilaf dan dosaku .di saksikan kepekatan dan kesunyian malam serta dentingan jam dinding,aku berjanji untuk meluruskan niatku yang sempat keliru  dengan niat untuk memperdalam ilmu agama,menghilangkan kebodohan yang ada pada diriku yang membutakan mata hatiku untuk mengenal Robb yang menciptakanku. Aku ingin hijrah karena Allah dan RosulNYA. Hijrah dari kebodohanku dan dosa-dosaku dan melalaikan kewajibanku.

 

Dengan ucapan basmalah kuganti seragam pendekku dengan seragam yang panjang dan dengan tangan yang bergetar ku kenakan jilbab putihku.dengan langkah yang terasa ringan ku langkahkan kakiku menuju sekolah. kutegarkan hatiku untuk menerima reaksi temanku di sekolah.dan benar ketika aku tiba di kelas, berbagai ekspresi yang ku terima.ada yang menertawakanku dan tatapan yang penuh tanda Tanya.mungkin mereka heran melihatku yang tomboy kini berjilbab.biarlah aku siap menerimanya.namun sebagian banyak juga yang mendukung perubahanku, diantaranya mereka yang terlebih dahulu mengenakan jilbab.mereka yang dulu ku benci kini adalah teman yang sangat aku sayangi fillah.

 

Akhirnya aku istikomah di pondok .ku niatkan segala pengabdian dan ngajiku untuk ibadah lillahi ta’ala.ustazah halimah dan ustad rosyid sudah ku anggap sebagai orang tua kedua yang kusayangi setelah kedua orang tuaku .insya Allah dunia akhirat.dan  kelulusan yang ku nantikan kini tiba. ada rasa bahagia dihati namun banyak bibang di hati ini akan kemana aku setelah lulus.aku tak mau seperti teman-temanku yang lain setelah lulus SMA lalu menikah karena untuk melanjutkan kuliah mereka tak mampu. Aku merasa perjuanganku  belum selesai sampai disini.namun aku tahu, orang tuaku pasti tidak mempunyai banyak biaya untuk menyekolahkanku ke perguruan tinggi.apalagi 3 adikku masih sekolah pula. namun Allah maha pemurah yang telah membukakan jalan untukku melalui ustazah halimah dan ustad rosyid dengan menawariku melanjutkan kuliah di jawa.

niat baik ustad kusampaikan kepada ayahku.mendengar keinginanku untuk melanjutkan kuliah ke jawa yang mungkin sangat tinggi bagi kami orang sulawesi keluarga yang berekonomomi  pas-pasan.mata ayahku berembun sedangkan ibuku tak kuasa menahan tangisnya karena harus melepas anak gadisnya yang ingin menuntut ilmu tampa sanak saudara di negri perantauan.ayahku yang tadi diam kini bersuara”terus terang papa dan mama senang melihat perubahanmu setelah mondok,tapi….untuk melanjutkan pendidikanmu sampai ke jawa,itu adalah hal yang sulit terjadi,anak pak sekcam saja melanjutkan paling jauh ke provinsi .sedangkan kamu…anak dari petani biasa ingin kejawa?.dari mana uang  untuk membiayayaimu?apalagi ke dua adikmu masih sekolah pula”.setiap kata demi kata ayahku ku simak baik-baik dan itu membuat hatiku ngilu. Karena bagaimana aku anak orang miskin ini bisa ke jawa melebihi anaknya pak sekcam.namun tekadku sudah bulat untuk melanjutkan pendidikanku di jawa,dan alhamdulillah bahwa jalan kemudahan terbuka untukku melalui ustad rosyid.

Dipelabuhan yang panas aku berdiri mematung dengan tas di punggungku.dibelakangku ustad rosyid dan istrinya yang sudah aku anggap sebagai orang tua sendiri berdiri didekat kapal yang siap mengantarkanku kejawa.namun panasnya mentari tak kurasakan.karena hatiku mendung dan bergerimis merasa berat meninggalkan mama,papa,dan adik-adikku.akhirnya mendung itu berubah menjadi hujan air mataku dan keluargaku yang akan melepaskanku ke negri perantauan tampa satupun sanak famili.dengan kasih sayang mereka, dipeluknya aku.ibuku membisikan nasehat-nasehat dan doa di sela tangisnya yang teriasak. Setelah cukup ,ku langkahkan kakiku menuju kapal.ya robbi terasa kaki ini amat berat untuk aku bisa melangkah menuju kapal.langkahku kupercapat karana aku tidak mampu melihat tangis ibu dan adik-adikku.ku ucapakan basmallah ketika kaki ini menyentuh lantai kapal laut yang akan mengantarku hijrah karena Allah dan RosulNYA. Ku tinggalkan ibuku ,wanita yang ku cintai dan kusayangi yang telah merawatku dengan kedua tangannya.ku tinggalkan ayahku, yang menafkahi keluargaku yang tidak memperhatikan panas maupun hujan.serta tidak terhitung tetesan keringat pengorbanannya.ku tinggalkan adik-adiku yang selalu menjadi teman dan pelipur laraku ketika bercanda.ku tinggalkan kampung halamanku yang menjadi saksi bisu ketika aku kecil hingga sekarang.semuanya ku tinggalkan dada yang sesak karena meninggalkan semua yang kucintai dan sayangi.namun ada bahagia dan harapan yang ku genggam.yaitu hadist nabi yang berbunyi

”barang siapa yang meniti  jalan untuk menuntut ilmu ,maka Allah akan memudahkan jalannya ke surga.”

harapan itu yang ku genggam.dan semoga hijrahku dalam menuntut ilmu di pondok pesantren Al-Hikmah dihitung hijrah karena Allah dan RosulNYA.seperti yang ku cita-citakan selama ini.amin ya robbalal ‘alamin.

 
Leave a comment

Posted by on June 18, 2011 in Uncategorized

 

FITRAH

 

BAB I

A. Pendahuluan

Allah menciptakan manusia dalam keadaan fitrah dengan dibekali beberapa potensi yakni potensi yang ada dalam jasmani dan rohani. Bekal yang dimiliki manusia pun tidak hanya berupa asupan positif saja, karena dalarn diri manusia tercipta satu potensi yang diberi nama nafsu. Dan nafsu ini yang sering membawa manusia lupa dan ingkar dengan fitrahnya sebagai hamba dan khalifah Allah di bumi. Untuk itu manusia perlu mengembangkan potensi positif yang ada dalam dirinya untuk rnencapai fitrah tersebut. Dan sebagai pendidik pertama di bumi, orang tua adalah yang berkewajiban memberikan pengetahuan pertama kepada anak-anaknya

usaha bimbingan jasmani dan rohani pada tingkat kehidupan individu dan sosial untuk mengembangkan fitrah manusia berdasarkan hukum-hukum Manusia merupakan makhluk pilihan Allah yang mengembangkan tugas ganda, yaitu sebagai khalifäh Allah dan Abdullah (Abdi Allah). Untuk mengaktualisasikan kedua tugas tersebut, manusia dibekali dengan sejumlah potensi didalam dirinya. Potensi-potensi tersebut berupa ruh, nafs, akal, qalb, dan fitrah.

 B. Latar belakang

Yang membedakan agama Islam dengan agama lainnya, selain ajaran ketuhanannya, juga perhatian terhadap hakikat kecenderungan pemikiran manusia. Islam sangat positive thinking terhadap kecenderungan akhlak manusia terhadap kebenaran. Sebaliknya, agama non-Islam sangat negative thinking terhadap kecenderungan akhlak manusia terhadap kebenaran.

Pemikiran yang negative thinking terhadap manusia, pada hakikatnya, sangat membahayakan peradaban manusia. Jerry Falwell, pemimpin kaum fundamentalis Kristen Amerika, sangat negative thinking terhadap manusia. Mengutip Kitab Injil, ia mengatakan Katanya manusia pada dasarnya jahat. Karena itu, ia mengutuk keras kaum liberal Amerika yang berpikiran bahwa manusia pada dasarnya baik.

Padahal pendapat kaum liberal Amerika sangat mendekati kebenaran, tinggal ditambah dengan kesadaran akan adanya kekuatan Tuhan. Dalam Islam (QS 30:30) disebutkan manusia diciptakan berdasarkan fitrah Allah. Artinya, manusia pada hakikatnya mengandung keyakinan akan kebenaran dalam ketuhanan dan berakhlak di antara sesama manusia.

BAB II

  A. Devinisi

Secara etimologi, fitrah berarti penciptaan atau “terbukanya sesuatu dan melahirkannya”. Sedangkan menurut makna nasabi (pemahaman dari beberapa ayat dan hadits nabi), fitrah dapat diartikan sebagai berikut : al-thuhr (suci), al-din al-islamiy (potensi ber-Islam), Tauhid Allah (mengakui keesaan Allah), al-salamah (kondisi selamat) dll. Berdasarkan makna etimologi dan nasabi maka dapat disimpulkan bahwa secara terminologi fitrah adalah citra asli yang dinamis yang terdapat pada sistem-sistem psikofisik manusia, dan dapat diaktualisasikan dalam bentuk tingkah laku.[1]

M muslim dalam buku karangnya sketsa Al Qur’an berpendapat bahwa Fitrah adalah keadaan pertama saat manusia diciptakan oleh Allah SWT, yaitu dalam keadaan bersih dari segala kesyirikan, serta mempeunyai kecendurungan untuk senantiasa beriman  dan bertauhid kepada Allah SWT[2]

 B. Fitrah manusia beragama tauhid

Fitrah dan citra manusia adalah sebuah implikasi psikologis, karena manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah yang cenderung menganut agama yang lurus. Mereka memiliki kecenderungan untuk mengenal Tuhan, berpihak pada kebenaran, berbuat kebajikan Fitrah diungkap dalam Al-qur’an sebanyak 20 kali yang tergelar di dalam 17 surat, antara lain yang terdapat dalam surat Ar-rum ayat 30

yang artinya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetapkan atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan orang tidak mengetahuinya.

Firman tersebut menunjukkan bahwa manusia diciptakan oleh Allah SWT menurut fitrahnya. Fitrah ini merupakan citra manusia yang penciptaannya tidak ada perubahan, sebab jika berubah maka eksistensi manusia menjadi hilang. Namun secara aktual, citra itu dapat berubah sesuai dengan kehendak dan pilihan manusia sendiri.Dengan adanya fitrah, maka manusia dapat memilih dan memilah antara kebenaran dan kesalahan serta antara kebaikan dan keburukan.

Adapun yang dimaksud citra di sini adalah gambaran tentang diri manusia yang berhubungan dengan kualitas-kualitas asli manusiawi yang merupakan sunnatullah yang dibawa sejak ia dilahirkan.

Dalam diri manusia terdapat potensi yang positif dan juga negatif. Adapun potensi atau segi positifnya antara lain adalah :

1. Manusia adalah khalifah Tuhan di bumi.

2.Manusia mempunyai kapasitas intelegensi yang paling tinggi dibandingkan dengan semua makhluk yang lain.

3. Manusia mempunyai kecenderungan dekat dengan Tuhan.

4. Manusia dikaruniai pembawaan yang mulia dan martabat.

5. Manusia tidaklah semata-mata tersentuh oleh motivasi duniawi saja.

Sedangkan dari segi negatifnya, Al-qur’an telah menyatakan dalam beberapa ayat yaitu bahwa manusia itu keji dan bodoh. Adapun ayat tersebut antara lain terdapat dalam Q.S. Al-Ahzab : 72

yang artinya : Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.

Selain itu, manusia digambarkan sebagai makhluk ganda, setengah dipuji dan setengah dikutuk; tetapi mereka tidak dipuji/dikutuk karena sifat ganda tersebut. Ayat-ayat tertentu dalam Al-qur’an secara terang membedakan antara manusia terpuji dengan manusia tercela. Dalam ayat-ayat tersebut dijelaskan bahwa manusia yang tidak beriman kepada Allah itu bukanlah manusia sejati. sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-‘Asryang artinya : Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.

Adapun citra manusia dalam psikologi Islam dapat disederhanakan sbb

a. Manusia dilahirkan dengan citra yang baik, seperti membawa potensi suci, ber-Islam, bertauhid dan menjadi khalifah di muka bumi.

b. Manusia memiliki ruh yang berasal dari Tuhan yang mana menjadi esensi kehidupan manusia.

c.  Bahwa pusat tingkah laku manusia adalah kalbu, bukan otak atau jasad    manusia; manusia memperoleh pengetahuan tanpa diusahakan, seperti

  B.Macam-Macam Pandagan Tentang Fitrah Manusia 

Salah satu perbedaan utama ajaran-ajaran Islam dengan ajaran agama-agama lain, aliran-aliran filsafat modern dan aliran-aliran psikologi modern adalah tentang sifat asal manusia. Islam mempercayai bahwa manusia diciptakan dalam keadaan fitrah.

Fitrah adalah sesuatu yang telah menjadi bawaannya sejak lahir. Fitrah manusia yaitu mempercayai dan mengakui Allah sebagai Tuhannya. Konsep fitrah tersebut merupakan citra unik yang dimiliki manusia, yang mana menjadi landaan bagi konstruksi psikologi Islam.

Ada beberapa pendapat tentang fitrah manusia yaitu:

1. Pandangan Fatalis

Pandangan fatalis mempercayai bahwa setiap individu, melalui ketetapan Allah Azza wa jalla adalah baik atau jahat secara asal, baik ketetapan semacam ini terjadi secara semuanya atau sebagian sesuai dengan rencana Tuhan

Ibnu Mubarak sebagai tokoh utama pandangan ini menafsirkan suatu hadits bahwa anak-anak orang-orang musyrik terlahir dalam keadaan kufur atau iman

Adapun syaikh Abdul Qodir Jailani, tokoh populer pandangan ini mengungkapkan bahwa seorang pendosa akan masuk surga jika hal itu menjadi nasibnya yang telah ditentukan Allah Azza wa jalla sebelum

  1. Pandangan Netral

Ulama yang paling representatif yang menganut pandangan netral ini adalah Ibn ‘Abd Al-Barr. Ia memandang keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun pada saat kelahiran ini suatu kondisi “kosong” yang suci, suatu keadaan sempurna atau utuh, tetapi kosong dari suatu esensi yang baik atau yang jahat. Menurut pandangan ini, iman (kebaikan) atau kufur (keburukan) hanya mewujud ketika anak tersebut mencapai kedewasaan (taklif). Setelah mencapai taklif, seseorang menjadi bertanggung jawab atas perbuatannya.

  1. Pandangan Positif

Tokoh pandangan positif ini yaitu Ibnu Taimiyyah, Ibu Qayyim al-jauziyah (klasik), Muhammad Ali Ash-Shabuni, Mufti Muhammad Syafi’i dll.

Menurut Ibnu Taimiyyah semua anak terlahir dalam keadaan fitrah; dalam suatu keadaan kebajikan bawaan dan lingkungan sosial itulah yang menyebabkan seorang individu menyimpang dari keadaan ini.

Menurut sayyid Quthb, dua pembentuk esensial dari struktur manusia secara menyeluruh, yaitu ruh dan tanah, mengakibatkan kebaikan dan kejahatan sebagai dua kecenderungan yang setara pada manusia (kecenderungan untuk mengikuti Tuhan atau kecenderungan untuk tersesat)

Begitupun Shari’ati berpandangan bahwa manusia adalah berdimensi-ganda dengan sifat dasar ganda, suatu susunan dari dua kekuatan, bukan saja berbeda, tetapi juga berlawanan. Yang satu cenderung turun pada materi dan yang lain cenderung naik pada Ruh suci (ciptaan)Allah.


[1] Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakkir, Nuansa-Nuansa Psikologi Islam)

[2] M.Ishom El Saha, MA, Sketsa Al – Qur’an,(Jakarta, PT. LISTA FARISKA PUTRA)jilid 1, hal 175

 
Leave a comment

Posted by on June 18, 2011 in Uncategorized

 

Tags: