RSS

KU INGIN HIJRAHKU KARENA ALLAH DAN ROSUL-NYA

18 Jun

 

Kutuliskan kisahku bukan agar pembaca menaruh iba dan kasihan padaku,akan tetapi agar pembaca bisa menganbil ibaroh dari kisah hidupku.bahwa Allah akan memberikan petunjuk kepada hambaNYA yang di kendaki dengan berbagai cara yang tak pernah sedikitpun terpikirkan oleh manusia.

Mengapa mereka menganiaya diri mereka sendiri?begitulah pertanyaan yang selalu terlintas di benakku,saat melihat teman-teman SMAku berolahraga memakai pakaian panjang dan jilbab yang menutupi rambut mereka dengan keringat bercucuran. apakah  mereka tidak merasa gerah dengan pakaian yang tertutup?bila di banding aku yang pakaiannya serba pendek,aku merasa gerahnya minta ampun. Ketika aku tanyakan kepada mereka tentang opiniku atas jilbab mereka dengan tersenyum mereka berkata”mengapa mesti gerah? Malah kami bangga mengenakan pakaian seperti ini.karena dengan pakaian ini kita telah menjalankan perinta Allah yang tertulis dalam Al-Qur’an dan yang membedakan kita seorang islam dan orang non islam”. Mendengar jawaban dari mereka hatiku terasa sakit,merasa tersingung atas ucapan mereka. karena aku juga orang islam, namun tak ada seragam panjang yang ku kanakan apalagi jilbab yang menutupi rambutku yang setiap ke sekolah ku ikat dengan berbagai model yang kadang menjadi penyebab aku harus di hukum karena terlambat.selanjutnya Cuma langkah kakiku yang berat ingin berlari meninggalkan mereka. aku menjadi benci pada mereka.

 

Aku dilahirkan dari keluarga yang biasa.ibuku sebagai ibu rumah tangga dan ayahku hanyalah petani biasa.dari kecil samapai menginjak SMA pengetahuan agamaku sangatlah minim. Sholatku bisa di hitung apalagi setelah kakek meninggal.karena kakeklah yang selalu mengingatkan cucunya untuk sholat.meski di sekolahku terdapat pelajaran agama,namun semua ku simak dengan mata mengantuk,karena merasa pelajarannya kurang seru dan di lelatkan pada jam terakhir.dimana otak sudah mulai panas .menarik mataku untuk terpejam tidur.

 

aku yang tadinya terkenal periang, kocak, dan tomboy menjadi lebih banyak diam. begitu banyak pertanyaan yang berkecamuk di pikiranku yang akhirnya meresahkan hatiku.karena walaupun aku beragama islam seperti temanku yang berjilbab,namun begitu banyak perbedaan antara aku dan mereka. jika tas mereka di penuhi oleh bacaan agama dan mukenah untuk sholat, maka tasku berisi bet dan bola voli untuk olahraga. jika teman berjilbabku lewat di segerombolan pemuda  yang sedang nongkrong di jalan  maka mereka disapa dengan assalamu ‘alaikum dan senyum santun.sedangkan mereka  menyapaku  dengan siulan dan memanggilku “hai cewek” yang membuatku muak dan memasang wajah seram untuk mereka.jika mereka membaca Al-Qur’an dengan lancar dan suara merdu mendayu-dayu,maka aku membaca Al-Qur’an dengan mengeja dan keringat yang bercucuran karena takut dan malu terhadap guru agamaku di sekolah. Karena di banding teman-teman yang lain maka akulah salah satu murid pemecah rekor terparah membaca AL-Qur’an  di kelasku.

 

Bel istirahat sekolahku berbunyi ku langkahkan kakiku menuju kantin yang berada di belakang sekolahku.namun langkahku harus terhenti mendengar suara melengking ririn sahabat akrabku ketika masih di SMP. Sibiang gossip

”stop..stop…tau berita terbaru nggak?”tanyanya bersemangat.

“EGP!” Jawabku ketus.sebel juga aku melihat tingkahnya.

”jangan marah dulu dong,,ini berita penting buatmu”seringainya misterus.

“udah mau bilang apa?”suaraku mulai melembut.

hhmm”cowok yang kamu taksir sekarang  mondok di pesantren yang baru dibangun didekat rumahmu”jawabnya berapi-api penuh semangat

.”Cuma itu?”jawabku sekenanya  mengucapkan terimah kasih dan berlalu darinya Karena perutku dah teriak minta di isi. laper .

 

Aku masih mematut penampilanku di depan cermin besar kamarku.aku mendapatkan pemandangan yang berbeda di sana.rok panjang dan baju panjangku serta jilbab yang biasa di gunakan ibuku ke pengajian jumatan kupinjam. Tatapan heran seluruh keluargaku ku abaikan, sangat wajar jika mereka heran dengan penampilanku. Aku yang sehari-harinya tomboy,suka olahraga dan ngebut naik motor sekalipun jarak yang aku tempuh dekat yang membuat ibuku ketakutan bila ku bonceng dan akhirnya mendaratkan cubitan di pahaku yang membuatku meringis kesakitan kini memakai kerudung.bahkan si bungsu hasna adikku menertawaiku dan berkata”kakak kaya ibu-ibu pengajian”hatiku kesal dibuatnya,tapi perduli amat.dan mereka kembali terkejut ketika ku utarakan niatku untuk masuk pondok pesantren baru di desaku yang tidak begitu jauh dari rumahku. Namun mereka masih sangsi dengan perubahanku,akan tetapi aku terus bersikeras, tekadku sudah bulat.melihat kesungguhanku ada rasa senang yang terpancar di wajah mereka karena biar bagaimanapun semua orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi orang yang baik dan berilmu.

 

Aku terpaku melihat wajah yang bening dan penuh senyum di balut karudung putihnya.,dengan sopan ia mengajakku masuk,tutur katanya begitu halus dan bahasa yang di kenakan cukup bersahabat denganku walaupun masih dengan logat jawanya yang kadang begitu aneh di telingaku.ternyata ku tahu dialah ustazah halimah istri dari ustad rosyid yang memimpin pesantren tersebut. dan dengan syarat yang tek berbelit-belit akhirnya aku di terima menjadi santri di pondok tersebut.hatiku menjadi lega jalanku untuk pedekate kepada ikhwan yang ku taksir sedikit terbuka lebar.hatiku membatin.

 

Hari pertamaku di pondok begitu menjenuhkan dengan rutinitas yang baru dalam hidupku. Sholat lima waktu berjama’ah dan ngaji.dan di luar dugaanku,waktu untuk bertemu dengan ikhwan yang ku taksir ternyata non sen.di karenakan peraturan yang melarang laki- laki dan perempuan  bertemu tampa ada keperluan yang penting.hanya ketika pengajian campur aku bisa melihatnya.dan malam ini aku begitu bersemangat karena jadwal pelajaran campur, tertera di jadwal malam ini pelajaran hadist arbain nawawi yang di asto ustad jibran aku mulai mempersiapkan diri untuk berangkat ke aula tempat ngaji.

Suara ustad jibran yang khas dan bersemangat membacakan hadist pertama tentang niat.inna ma ‘amalu binniyaat, wa inna maa likulli imriim maa nawa…

“sesungguhnya  di terimanya amal  perbuatan tergantung niatnya.dan setiap orang akan mendapatkan apa yang di niatkanya.barang siapa yang hijrah karena Allah dan RosulNYA maka hijrahnya akan di terima karena Allah dan RiosulNYA.dan barang siapa karena dunia yang ia cari atau wanita yang hendak dinikahinya maka ia mendapat yang ia tuju.” Dengan lantang ustad jbran menjelaskan hadist tersebut. Dan setiap penjelasan hadistnya berubah  menjadi pukulan yang mememarkan dinding hatiku” apakah ngajiku selama ini di terima oleh Allah,sedangkan niatku berbeda.?orang seperti apa aku ini?”hatiku membatin.

 

Di tengah malam yang sunyi, di temani angin malam yang menusuk tulang .aku kembali terpekur.ku panjangkan sujudku, ku renungkan nasib hidupku yang selama ini jauh dari kriteria seorang muslimah . aku mulai sadar akan khilaf dan dosaku .di saksikan kepekatan dan kesunyian malam serta dentingan jam dinding,aku berjanji untuk meluruskan niatku yang sempat keliru  dengan niat untuk memperdalam ilmu agama,menghilangkan kebodohan yang ada pada diriku yang membutakan mata hatiku untuk mengenal Robb yang menciptakanku. Aku ingin hijrah karena Allah dan RosulNYA. Hijrah dari kebodohanku dan dosa-dosaku dan melalaikan kewajibanku.

 

Dengan ucapan basmalah kuganti seragam pendekku dengan seragam yang panjang dan dengan tangan yang bergetar ku kenakan jilbab putihku.dengan langkah yang terasa ringan ku langkahkan kakiku menuju sekolah. kutegarkan hatiku untuk menerima reaksi temanku di sekolah.dan benar ketika aku tiba di kelas, berbagai ekspresi yang ku terima.ada yang menertawakanku dan tatapan yang penuh tanda Tanya.mungkin mereka heran melihatku yang tomboy kini berjilbab.biarlah aku siap menerimanya.namun sebagian banyak juga yang mendukung perubahanku, diantaranya mereka yang terlebih dahulu mengenakan jilbab.mereka yang dulu ku benci kini adalah teman yang sangat aku sayangi fillah.

 

Akhirnya aku istikomah di pondok .ku niatkan segala pengabdian dan ngajiku untuk ibadah lillahi ta’ala.ustazah halimah dan ustad rosyid sudah ku anggap sebagai orang tua kedua yang kusayangi setelah kedua orang tuaku .insya Allah dunia akhirat.dan  kelulusan yang ku nantikan kini tiba. ada rasa bahagia dihati namun banyak bibang di hati ini akan kemana aku setelah lulus.aku tak mau seperti teman-temanku yang lain setelah lulus SMA lalu menikah karena untuk melanjutkan kuliah mereka tak mampu. Aku merasa perjuanganku  belum selesai sampai disini.namun aku tahu, orang tuaku pasti tidak mempunyai banyak biaya untuk menyekolahkanku ke perguruan tinggi.apalagi 3 adikku masih sekolah pula. namun Allah maha pemurah yang telah membukakan jalan untukku melalui ustazah halimah dan ustad rosyid dengan menawariku melanjutkan kuliah di jawa.

niat baik ustad kusampaikan kepada ayahku.mendengar keinginanku untuk melanjutkan kuliah ke jawa yang mungkin sangat tinggi bagi kami orang sulawesi keluarga yang berekonomomi  pas-pasan.mata ayahku berembun sedangkan ibuku tak kuasa menahan tangisnya karena harus melepas anak gadisnya yang ingin menuntut ilmu tampa sanak saudara di negri perantauan.ayahku yang tadi diam kini bersuara”terus terang papa dan mama senang melihat perubahanmu setelah mondok,tapi….untuk melanjutkan pendidikanmu sampai ke jawa,itu adalah hal yang sulit terjadi,anak pak sekcam saja melanjutkan paling jauh ke provinsi .sedangkan kamu…anak dari petani biasa ingin kejawa?.dari mana uang  untuk membiayayaimu?apalagi ke dua adikmu masih sekolah pula”.setiap kata demi kata ayahku ku simak baik-baik dan itu membuat hatiku ngilu. Karena bagaimana aku anak orang miskin ini bisa ke jawa melebihi anaknya pak sekcam.namun tekadku sudah bulat untuk melanjutkan pendidikanku di jawa,dan alhamdulillah bahwa jalan kemudahan terbuka untukku melalui ustad rosyid.

Dipelabuhan yang panas aku berdiri mematung dengan tas di punggungku.dibelakangku ustad rosyid dan istrinya yang sudah aku anggap sebagai orang tua sendiri berdiri didekat kapal yang siap mengantarkanku kejawa.namun panasnya mentari tak kurasakan.karena hatiku mendung dan bergerimis merasa berat meninggalkan mama,papa,dan adik-adikku.akhirnya mendung itu berubah menjadi hujan air mataku dan keluargaku yang akan melepaskanku ke negri perantauan tampa satupun sanak famili.dengan kasih sayang mereka, dipeluknya aku.ibuku membisikan nasehat-nasehat dan doa di sela tangisnya yang teriasak. Setelah cukup ,ku langkahkan kakiku menuju kapal.ya robbi terasa kaki ini amat berat untuk aku bisa melangkah menuju kapal.langkahku kupercapat karana aku tidak mampu melihat tangis ibu dan adik-adikku.ku ucapakan basmallah ketika kaki ini menyentuh lantai kapal laut yang akan mengantarku hijrah karena Allah dan RosulNYA. Ku tinggalkan ibuku ,wanita yang ku cintai dan kusayangi yang telah merawatku dengan kedua tangannya.ku tinggalkan ayahku, yang menafkahi keluargaku yang tidak memperhatikan panas maupun hujan.serta tidak terhitung tetesan keringat pengorbanannya.ku tinggalkan adik-adiku yang selalu menjadi teman dan pelipur laraku ketika bercanda.ku tinggalkan kampung halamanku yang menjadi saksi bisu ketika aku kecil hingga sekarang.semuanya ku tinggalkan dada yang sesak karena meninggalkan semua yang kucintai dan sayangi.namun ada bahagia dan harapan yang ku genggam.yaitu hadist nabi yang berbunyi

”barang siapa yang meniti  jalan untuk menuntut ilmu ,maka Allah akan memudahkan jalannya ke surga.”

harapan itu yang ku genggam.dan semoga hijrahku dalam menuntut ilmu di pondok pesantren Al-Hikmah dihitung hijrah karena Allah dan RosulNYA.seperti yang ku cita-citakan selama ini.amin ya robbalal ‘alamin.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 18, 2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: